Pendidikan Juga Tanggung Jawab Orangtua, Bukan Hanya Guru


Orangtua tidak sekedar menciptakan "manusia baru". Ibu tidak sekedar pabrik pembuat anak. Mereka juga harus mendidik anak. Kalau pun anak harus masuk sekolah formal, itu karena ada bagian-bagian pendidikan yang harus mereka pelajari di luar. Misal, anak membutuhkan sosialisasi dengan teman-teman sebaya atau anak-anak membutuhkan ilmu-ilmu yang tidak semua orangtua dapat mengajarkannya. Tetapi, orangtua tetap bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan anak mereka. Membuat mereka berada di sekolah seharian adalah sebuah kesalahan.

Sebagai pribadi, seseorang dibentuk tidak hanya aturan bersama yang ada dalam masyarakat. Manusia berasal dari keluarga yang berbeda. Sudah pasti keluarga-keluarga tersebut juga mempunyai aturan khusus pada keluarga tersebut. Orang jawa pastilah ingin mendidik anaknya sebagai orang jawa, begitu juga dengan suku lain. Apalagi dengan agama. Apakah sudah pasti anak-anak tersebut mendapatkannya di sekolah?

Berapa sih jumlah anak dalam satu kelas? 30? 40? 50? Apakah seorang guru di kelas bisa melayani pribadi-pribadi muridnya seratus persen? Sudah 100%-kah mereka juga mengenal masing-masing kelemahan mereka. Saya pernah menjadi pengajar pada suatu sekolah. Sepulang dari mengajar, saya merasakan penat yang luar biasa. Melayani satu siswa untuk mengerti materi yang saya ajarkan saja terkadang butuh lima belas menit. Nah, kalau dikalikan empat puluh berapa? Oleh karena itu, saya sangat menghargai guru. Saya tahu betapa terperasnya otak dan tenaga untuk menumbuhkan satu murid berprestasi. Lantas bagaimana dengan 40, 50 murid-murid yang lain?

Saya kuatir, jika anak-anak harus bersekolah sampai sore maka tanggung jawab perkembangan anak terletak pada guru. Implikasinya, jika sampai orangtua mendapati anaknya ada yang kurang, mereka menyalakan guru. Padahal sekarang saja, guru menghukum dengan alasan mendidik saja sudah dituntut ke pengadilan, nah kalau 100% tanggung jawab perkembangan anak ada di guru, apakah mereka dituntut sampai neraka?

Jika anak-anak harus bersekolah sampai sore, tentulah harus berkegiatan sampai sore juga (atau mungkin mereka diajak tidur bersama saja?) Apakah kegiatan-kegiatan tersebut tidak membutuhkan uang? Apakah tenaga-tenaga pendamping mereka tidak dibayar lebih? Lantas darimana uang itu? Orangtua? Apakah semua orangtua mampu? Ataukah pemerintah memberikan subsidi 100%? Bagi saya, lebih baik pemerintah memikirkan biaya pendidikan gratis 100% dengan jam belajar seperti saat ini dibanding dengan harus mengubah jam belajar mereka sampai sore. Saya rasa semua orang juga tahu, ada suatu negara yang jam belajar-nya hanya 5 jam dan sistem pendidikan mereka terbilang sukses. Kenapa bangsa kita tidak bisa belajar dari situ? Sudahkah pendidikan kita merata baik kurikulum dan alat-alatnya dari Sabang sampai Merauke sehingga perlu diadakan ujian nasional dengan standar nasional? Bagaimana dengan akses ke tempat-tempat pendidikan? Masih adakah yang harus bertarung dengan bahaya karena jembatan menuju ke sekolah seperti film-film Indiana Jones atau mereka malah harus berenang seperti My Trip My Adventure?

Saya pribadi menginginkan jiwa anak saya berkembang karena saya memeluknya, mengajak mereka bermain. Saya ingin mereka tahu bahwa saya bekerja bukan hanya mendapatkan uang untuk membayar uang sekolah mereka. Uang hanya untuk hidup. Uang hanya alat dunia supaya kita bisa bertahan hidup, tetapi kehidupan itu sendiri berasal dari cinta saya sebagai orangtua mereka. Semakin lama mereka hidup, semakin banyak cinta yang mereka dapatkan dari orangtua, pada gilirannya, mereka juga termotivasi melakukan pada anak-anak mereka. Cita-cita saya sesederhana itu.

Sumber gambar: truthdig.com

Pendidikan Juga Tanggung Jawab Orangtua, Bukan Hanya Guru Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Good Dreamer

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.